TRENDING
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2015

Jadi Muslim di Segala Musim

"Maka tetaplah (istiqomah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu" (QS. Hud: 112)

Ramadhan sebentar lagi sahabat, biasanya kita akan melakukan berbagai amal pada bulan ini. Bulan di mana pahala kebaikan dan ibadah berlipat-lipat, sungguh luar biasa ramadhan ini.

Tapi sadar tidak sadar sahabat, pada bulan-bulan sebelum dan sesudah kita futur kembali. Menurun kembali 'stamina' untuk beribadah. Ada apa gerangan?

Saat bulan ramdhan rajin ke masjid, menahan segala nafsu, qiyamullail setiap malam, tiba-tiba habis masa, habis pula kebiasaan itu. Apakah karena tidak ada motivasi lagi untuk beribadah?

Ramadhan memang bulan penuh berkah yang dinanti-nanti ummat muslim di seluruh dunia. Namun ingatlah, Allah tak pernah tidur, malaikat pun begitu. Kegiatan kita selalu dicatat oleh para malaikat lalu disampaikan ke Allah dan Allah pun selalu melihat kita.

Tidak ada dalil tentang tunaikan ibadah hanya di bulan ramadhan atau syawal saja. Masa tega sih memberikan porsi ibadah kita untuk Allah hanya di bulan-bulan tertentu saja? Padahal Allah kan tiap detik tiap saat memberikan banyak rezeky untuk kita.

"Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal)." (QS. Al Hijr: 99)

Batas kematian lah yang menjadi batasan kita dalam beramal, sungguh. Bukan bulan A atau bulan B saja. Jadi sahabat, teruslah beramal saat kita masih hidup, sebagai bekal kita di kehidupan akhirat kelak.

Selamat beramal baik :')

Ocnatias Eka Saputri

tiazsstory.blogspot.com

Senin, 02 Maret 2015

Jepretan Iseng di KA




Bismillah
Seperti biasa perjalanan Jogja-Solo dengan transportasi kereta, tak ada yang istimewa sebenarnya. Hanya saja ada hal lucu yang membuat saya dari ngantuknya nggak nahan hingga melek, semelek-meleknya.

Pukul 14.10 WIB, saya naik kereta api jurusan jogja-solo, sriwedari ac. Alhamdulillah dapat kursi no 5B disamping dan depan saya sudah terisi. Begitu pula dengan kursi bernomor 5 dan 6 CD.

Sedang ngantuk-ngantuknya, benar-benar berusaha agar nggak tertidur.

Perjalanan jogja-solo melewati klaten, yang sedang diguyur hujan deras. Dengan kantuk yang berusaha kutahan, saya memandang ke jendela kursi 5 dan 6 CD.

Dikursi 5CD duduk dua perempuan yang kelihatannya keduanya berteman, didepannya kursi 6CD sepasang hmmm apa yah, entah suami istri atau sepasang muda mudi yang asik memadu kasih peluk-pelukan di depan umum, bak dunia milik berdua. Saya berbaik sangka saja, mungkin suami istri yang usianya terlihat jauh lebih muda dari saya.

Saya sih cuek melihat kemesraan pasangan ini, yang buat kantuk saya hilang bukan mereka. Tapi, dua orang perempuan yang duduk di 5CD berhadapan langsung dengan kursi 6CD milik pasangan itu, salah satunya memegang android dengan layar kamera yang menyala. Kalian tahu apa yang dilakukan salah satu perempuan itu ?

Perempuan itu memotret kemesraan pasangan muda mudi tadi. Sontak saya melek dan tertawa di balik penutup wajah, perempuan yang mengambil gambar itu sadar, saya mengetahui tingkahnya hehe. Lagi lagi saya tertawa, dan perempuan itu juga tertawa tapi jelas iseng banget.
Mungkin risih yah melihat pasangan itu. Pasutri yang baru saja menikah tidak akan berlebihan seperti itu pula, mengumbar di depan umum. Dikira Indonesia ini Amerika? Haduh, heheh...

14.55, tiba juga di stasiun purwosari. Saya penasaran, apakah perempuan yang mengambil gambar tadi akan menguploadnya? Lalu, alasan sesungguhnya mengambil gambar tadi.  Maka saya bertanya.

Sambil jalan saya menghampiri kedua perempuan itu.

Saya: Mbak, permisi... apa foto yang Mbak ambil tadi akan di upload? (sambil senyum hehe)

Mbanya: Eh, iya. Mbaknya yang lihat saya tadi ngambil gambar diem-diem yah?  Hehehe, nggak kok Mbak, saya iseng saja. Habis risih ngelihatnya. Kayak dunia hanya milik mereka berdua hehe

Saya: Hehe iya yah Mbak, sebenarnya tadi saya ngantuk loh Mbak, ngantuk banget. Tapi begitu mata saya nangkep Mbak lagi ngambil gambar pasangan tadi saya jadi melek heheh...

Mbak: Hehe, bagus nuw Mbak hehe.

Hati-hati bu, pak. Anak-anak dan adik-adik kita, perhatikan pergaulannya. Selama belum menikah, mereka adalah tanggung jawab ayah, ibu serta saudaranya.

Malu, peliharalah malu dalam perkara ini...

Apakah bila orangtuanya melihat adegan seperti itu orang tuanya senang?

Tentu tidak...
Justru malunya luar biasa.

Sungguh, Indonesia adalah negara yang mempunyai adat ketimuran. Menjunjung tinggi kesopanan, pergaulan yang bermanfaat dan lain-lain ... :)

istigfar...
Semoga kita selalu dalan lindungan Allah.

Senin, 05 Januari 2015

Tips Senang Semangat Tilawah




Bismillah...
Tips ini hadir dan diuji coba pada diri sendiri, alhamdulillah bermanfaat. Sekarang, giliran anda

1. Gunakan mushaf berukuran besar, tulisanya besar | agar mata tidak lelah atau mudah ngantuk

2. Gunakan mushaf terjemahan dan mushaf tanpa terjemahan | jadi sesekali kita melihat artinya, membuat penasaran. "apa sih artinya?" sering bertanya seperti itu kan? :D

3. Dengerin murotal sebelum tilawah | mengguggah semangat, dengan mendengarkan suara yang merdu dulu sebelum  mendengar suara sendiri yang "pas pasan" hehe 

4. Jangan bertilawah ketika mengantuk atau lelah | akibatnya fatal, malah jadi males tilawah dan bersifat keterusan.

5. Tilawah setelah mandi | beneran ! fresh banget dan tentu lebih bersih

6. Tidak usah ngebut bertilawah, gunakan metode sedikit, perlahan namuan sering | apalagi untuk yang ingin bertilawah lagi dari "cuti panjang" alias males berkepanjangan 

7. Tempatkan mushaf di kamar tidur, meja belajar, ruang keluarga, ruang tamu, dalem tas | ngebantu banget untuk ingetin "hutang" tilawah untuk Allah. 

8. Tilawah di dalam kamar *menyendiri" | agar lebih khusyuk, dan dapet manfaat ketenangan dari bertilawah.

9. pilih mushaf yang berwarna cerah, ceria | membantu menyegarkan mata

10. Ikutin kuliah tahsin/tajwid *belajar ilmu tajwid* | manambah semangat ingin lagi, lagi, dan lagi bertilawah.

11. Jangan menggunakan gadget ketika bertilawah | bahaya, malah buka facebook, whatsapp atau ngegame, malah nggak jadi tilawah.

12. Berkumpul dengan orang-orang yang menjadikan tilawah kebutuhan hidup | tanpa tilawah hidup terasa hampa

13. Perbaik niat adalah yang utama

Selamat mencoba, maaf ala kadarnya. 
#PengalamanPribadi #Coba2Bermanfaat

Rabu, 17 Desember 2014

Robocop 2014; Menghibur atau Melecehkan?




Pernah nonton film Robocop terbaru ? Judulnya "Crime Has A New Enemy". Premiere di Indonesia kalau tidak salah bulan Mei 2014 kemarin. Film garapan "lagi-lagi" Amerika negara yang katanya "adikuasa". Siapa yang tidak mengenal tokoh superhero yang kemunculan awalnya pada tahun 1987, kini mengalami perubahan dari sudut teknologi bahkan ide cerita. 

Pada tahun 1987 cerita Robocop hanya seperti kisah-kisah superhero yang lainnya. Menghadapi penjahat yang menentang hukum di Amerika, bisa saya bilang standar. Namun, sekarang pada ceritanya yang baru di tahun 2014 Robocop mengalami perubahan yang sungguh signifikan, bukan hanya dari segi penyajian filmnya saja. Ide ceritanya pun sangat sarat akan makna "halus" yang ingin disampaikan oleh si pembuat cerita. Apa itu ?


Gambar di atas ini menunjukkan bahwa sebenarnya negara yang menyebut dirinya adikuasa alias Amerika ingin menawarkan kebebasan pada negara-negara rawan konflik, ini salah satu pencitraan Amerika sebagai negara adikuasa yang memiliki power atas  negara-negara lain.

Kedua, lihatlah apa yang mereka gambarkan kepada orang yang memegang senjata dan bom di badannya. Film ini menggambarkan bahwa Islam identik dengan terorisnya. Mereka mengartikan jihad yang dilakukan umat Muslim identik dengan bom lengkap di badan. 

Ketiga, mari kita simak gambar-gambar di bawah ini;


Mereka menggambarkan sekumpulan orang yang perlu diwaspadai adalah yang berjenggot, berpeci dan berhijab. Kenapa? Kenapa harus yang berpakaian seperti itu yang di anggap berbahaya?

Keempat, ada seorang anak separuh baya yang hanya memegang pisau pun di anggap berbahaya. Ada apa dengan Islam? Mereka menganggap Islam perlu dibasmi. Islam perlu dimusnahkan. Islam hanya sekelompok manusia pembunuh dengan bom di badannya.

Sementara, Amerika adalah negara terkuat, solusi dari semua masalah, negara adikuasa, negara pemimpin yang menawarkan bentuk perdamaian. Berbanding terbalik dengan kenyataanya. Amerika adalah negara terlemah yang berlindung di balik film-filmnya, Amerika adalah titik masalah di berbagai negara.

Begitulah, yang disampaikan film-film hollywod buatan Amerika yang penuh dengan makna "halus", mengajak kita, menghipnotis kita untuk hanyut mendukung negara liberal akar dari semua masalah. Mereka kini sudah terang-terangan menghina Islam dan Arab. Tak hanya pada film ini, Ironman, Transformer dan film-film hollywod lainnya begitu terang menyampaikan makna permusuhan pada Islam. 

Inilah perang mereka, perang halus, perang media. Kini telah marak menghiasi perfilman Indonesia untuk meyuarakan permusuhan. Sekarang, bagaimana tindakan umat Muslim melihat agamanya dilecehkan ? Berdiam diri? Menganggap, "ah, ini hanya film nggak usah norak gitu deh" begitu kah ?

Mana suaramu umat Muslim? 





Rabu, 19 November 2014

Aku Bisa, Kamu Juga Pasti Bisa


Bismillah..
Tersadar di saat terlambat mempelajari nikmat Islam dalam hidup, merasa diri tak mampu lagi berubah. Ah, rasanya seperti kaki tak mampu lagi berjalan, kaki tak mampu laki menapak dunia. Begitu sulit kurasa….
Orang-orang sudah berada jauh di depanku untuk menyambut akhirat, tapi malah sibuk dengan dunia, sibuk dengan organisasi organisasi yang hanya membawaku sampai dunia saja, tak sampai ke akhirat.

Salah, ini salah itu yang kusadari. Lalu, ku mulai kembali berpikir, bagaimana caraku untuk mengejarnya? Begitu banyak yang ku tinggalkan. Ngajis, sedekah, bahkan sholat pun ku tinggalkan. Naudzubillah....
Alhamdulillah, atas kuasa Allah yang begitu besar, begitu banyak, begitu nikmat, Allah beri kesempatan terus menerus, kesempatan terus untuk belajar menambah ilmu pengetahuan atas agamaku sendiri, Islam.

Nikmat Islam yang dulu ku abaikan, selama 20 tahun ku abaikan, kini aku mulai mengejarnya kembali. Malu? Itu sudah pasti. Aku tak pernah malu pada manusia, tapi aku malu sama Allah. Malu atas Allah, yang telah memberi begitu banyak kenikmatan yang tak mampu ku hitung. Nafas, orang tua, materi berlimpah, dan seterusnya. Tak sanggup ku hitung.

Lalu apa kabar denganmu ? Masihkah kau ragu untuk berubah menjadi lebih baik? Rintangan memang banyak duhai saudara/i ku saying, namun Allah tak pernah membiarkan makhluknya bersedih, merasa sendiri, merasa kesulitan, tak pernah seperti itu.

Bila aku bisa, maka kamu pun bisa, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mari kita berhijrah. Menjemput hidayah, bukan menunggunya. ^^


Wallahu a'lam
NB: Bersambung. Tips Aku Bisa, Kamu Juga Pasti Bisa

Rabu, 12 November 2014

Cinta Sejak Dini


Bismillah.......
Cinta kepada Allah terjadi ketika seseorang mencintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala lebih dari rasa cintanya kepada diri sendiri, kedua orang tua, dan segala miliknya cinta seperti ini disebut At-Ta'abbud (penghambaan).

Anak itu pondasi yang paling mendasar bagi terbentuknya sebuah bangunan masyarakat. Anak merupakan bibit tumbuhnya suatu pohon generasi yang besar, yang darinya akan tumbuh cabang-cabang dan ranting-rantingnya. 

JIka mementingkan kesehatan fisik si anak, kita pun semestinya juga memberika perhatian lebih pada kelurusan cara berpiir dan pandangnya, termasuk pada padangannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Saya mungkin belum berkeluarga, terlebih punya anak. Namun begitu, semoga tulisan ini bisa membuat hati pembaca merasa pentingnya menanamkan cinta untuk Rabbnya sejak dini. Allah telah berfirman berkenaan dengan orang-orang yang mencintai-Nya:

"Katakanlah, 'Jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (Ali Imran: 31)

Sebagaimana kita ketahui pula, bahwa Rasulullah sendiri teah dijamin oleh Allah masuk Surga namun itu tidak membuat nya riya', Rasul tetap mencintai Rabbnya yang Maha Agung. Rasulullah sering berdoa:

"Ya Allah, jadikanlah Engkau lebih aku cintai daripada diriku, keluarga, dan air dingin, "(HR. Tirmidzi)

Jika seorang anak sudah mencitai Allah, dengan senang hati dan lapang dada ia akan menjujung tinggi perintahNya dan menjauhi larangan-nya; lebih mengutamakan kehendak (iradah syar'iyyah)-Nya daripada keinginan makhluk, rela berkorban harta dan jiwa demi meraih keridhaan-Nya.

Mulanya tugas ini merupakan amanah yang sangat menuntut kedua orang tua, namun dengan megharap ridhaNya maka insya Allah dipermudah. Para orang tua senantiasa melantunkan doa ini:

"Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan jauhkanlah kelu dari lidahku agar mereka memahami perkataanku" (Thaha)

Kita bisa lihat dengan jelas perbedaan antara anak yang tidak di tanamkan cinta kepada Rabbnya sejak dini, dengan anak yang dididik untuk mencintai Allah. Lihat saja Musa si hafidz cilik penghafal 30 juz dan kini sedang berusaha menghafal hadits, Musa cilik dididik untuk mencintai Allah. Berbeda dengan di berita berita kriminal, seorang anak mencopet, memperkosa ibu nya sendiri, membuat video video porno dan masih banyak lagi. Tidak takutkah kita akan hal itu ?

Ini amanah, amanah yang diberikan oleh Allah kepada setiap hambaNya yang menjadi orang tua dan bahkan yang belum menjadi orang tua. Untuk itu kenapa kita disuruh untuk terus memperbaiki diri sebelum menikah, kenapa dalam masa hamil seorang ibu di anjurkan untuk terus bertilawah dan perbanyak ibadah lainnya atau me-ruqyah si janin, kita di anjurkan untuk selalu menyebut asma Allah dihadapan si anak, mengikutsertakan si anak dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Ini memang cara cara dasar untuk melatih si anak, namun ini yang membuat si anak pertama kali menanamkan cinta ke pada Rabbnya yang menciptakan ia ke dunia, baru kemudian kepada kedua orang tuanya yang telah mengenalkan Allah kepadanya.

Betapa indahnya bila punya keturunan shalih dan shalihah, berkah dunia akhirat, di dunia dia bermanfaat untuk orang banyak dan membahagiakan orang tuanya, di akhirat di menjadi salah satu penghuni surga dan selalu mendoakan orang tuanya. Ingatlah wahai abi ummi, doa anak shalelah yang didengarkan oleh Allah untuk orang tuanya. 

Maka kenalkan anak anak kita akan cinta kepada Allah, kemudia barulah pada kita.....

Wallahu a'lam....




Selasa, 11 November 2014

KTP: Agamaku Apa?


Bismillah...
Apa yang ada dibenakmu kawan?

Sorak bergembira:
"Asik, tak ada lagi sebutan islam ktp, semuanya sama sekarang, mau pake kerudung atau nggak terserah."

"Yeeeeee, nggak ada kolom agama. Jadi semua bisa di anggep teroris. Bisa keluar masuk rumah ibadah terus ngebom deh "

"Wow, bisa nikah beda agama donk kita. Asik, nggak apa apa deh, kemarin MA nggk setuju dengan uu nikah beda agama. Sekarang udah boleh nih."

"Keren, besok kalau ada korban kecelakaan, jenazahnya nggak tahu mau di makamin gimana, sekarang nggak ribet"

"Mantep lah, besok buat pasport kalo ditanyain agamanya apa, jawab saja sesukamu. Nggak bakal dicegat lagi di bandara luar negeri"

Hebat sekali, tepuk tangan deh, jempol buat yang menyetujui wacana ini, siapa sih yang buat? Bener bener pinter nan keblinger.

"Sekalian yah pak, kalo mau dihapus kolom agama, dihapus juga kolom status nikahnya." (Nyengir kan tuh hehe. Pada zina deh tuh. Naudzubillah... )

Kenapa? Apa masalahnya dengan kolom agama? Takutkah mereka dengan ummat muslim yang kian banyak? Atau karena mereka sudah tahu, suatu saat akan terjadi peperangan?

Sebenarnya mereka yang menginginkan seperti itu, seperti saat rusa dikepung oleh beribu ribu singa. Ketakutan setengah mati.

Hadeuh, segitunya? Syukur deh kalau takut dengan mayoritas ummat muslim.

Indonesia lahir dari Islam dan akan kembali menjadi Islam.

Ingat saja akan hal itu....

Sedikit cuplikan sebelum saya akhiri tulisan ini...

Mendagri:  "Apakah orang di luar penganut 6 agama tidak boleh punya ktp?"

Wah, hebat sekali pertanyaannya.

Thayyib pak menteri yang (katanya) terhormat. Ada berapa agama lagi, agama baru? Bagus kalau seperti itu pak, saya setuju kolom agama tetap ada dan tidak hanya mencantumkan agama dari 6 saja. Bisa ditambahkan dengan, syi'ah, atheis, jil, dll. Tujuannya bagus nih, agar kami jadi tahu mana yang bukan Islam, dan tetap akan kami perangi.

Wallahu a'lam

Selasa, 04 November 2014

Rel Kereta


Hmm, sudah kesekian kalinya saya jatuh/kepleset karena rel kereta yang licin, mungkin karena saya juga kurang hati hati....

Tapi, ternyata bukan saya saja. Hampir setiap org yg tinggal di kota/desa  dgn rel kereta api sbgai hiasannya, tak jarang mereka nggak jatuh.

Bahkan mereka yang pernah jatuh, bisa jatuh lagi di tempat yg sama atau ditempat lainnya. Seperti saya hari ini, jatuh/kpeleset saat naik motor di rel kereta yang sudah tidak terpakai.....

Sama dengan hati, jika sudah terpeleset karena maksiat yaa akan jatuh lah iman kemudian bengkak atau bahkan luka, dan anehnya tak jarang terulang, jatuh lagi jatuh lagi, futur lagi futur lagi. Kita bahkan tak sadar akan keberadaan rel yg berbahay, tahu tahu menjatuhkan. Sama, kita tak sadar sedang bermaksiat, tahu tahu menjatuhkan iman bahkan aqidah kita....

Sakit? Iya sakit.
Ini salah saya, atau salah relnya?  Allah minta saya untuk berhati hati dalam berkendara dan dalam menjaga iman

Jadi anda juga harus berhati hati,...

Wallahu a'lam

 
Back To Top