TRENDING
Tampilkan postingan dengan label jodoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jodoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2021

SUPERWIFE (Buku Antologi)

   

 


    Assalamu'alaikum kawan tersayang, mari kuperkenalkan dengan anak keduaku. Sebelumnya aku ingin memberitahukan pada kalian, bahwa anak keduaku lahir tanpa rencana, hanya niat saja untuk membuatnya. terlahir di tengah hiruk pikuk keraguan dalam hati, apakah bisa aku melewati segala prosesnya tanpa rasa sakit, dan kecewa. Perlu kawan ketahui, bahwa kelahirannya adalah anugerah, dan berkah tersendiri buatku, kelahirannya membawa kembali diriku yang lama hilang, berkelana entah kemana.

            Aku bersyukur kepada mereka yang telah membantuku melewati semua proses, segala motivasi yang selalu datang dari kekasihku, tanpa ridhonya mungkin semuanya tidak akan terjadi, karena ridhonya sama dengan ridho Yang Maha Kuasa.

            Baik, tanpa butuh satu paragraf lagi aku perkenalkan, dan persembahkan anak keduaku, karya keduaku, masih dengan genre non fiksi, dan masih bersama menulis dalam tim (antologi), membagi kisah nano-nano dari para istri. Rasa nano-nao yang di kemas semenarik mungkin, membawa pembaca untuk terus membaca, merasakan kehadiran para penulis dalam setiap kisahnya, karena kisah mereka bisa jadi adalah kisahmu juga.

            Superwife hadir membawa kehangatan untuk para wanita, calon istri, istri dan bahkan calon ayah dan para ayah, untuk melihat dari berbagai sisi mengenai kehidupan wanita, setelah berstatus istri. Saat disayangkan, nyatanya tidak akan pembaca temukan tips pasti dalam buku ini, hanya kisah-kisah yang membawa inspirasi dan motivasi untuk melihat dunia istri yang semakin luas.

            Well, penasaran bagaimana isinya? Miliki segera SUPERWIFE Jilid 2, karya Tim Nulisyuk Batch 62.

           

 


Jumat, 15 Januari 2021

Bukan Jodoh Sepertinya


Assalamu'alaikum warahmtullahi wabarakatuh.

Bismillah, dengan ini saya sampaikan saya sudah tak lagi sendiri, maksudnya ilmu yang saya ambil ada dua, sometimes orang pikir dua hal ini berbeda tapi sebenarnya saling berkaitan. 

Jika ingat masa dulu saat SMA harusnya saya mengambil jurusan Sastra yah karena nilai bahasa saya jauh lebih baik alhamdulillah dibanding nilai IPA dan Sosial 🤭 mengingat saat itu saya mencoba fokus di penulisan cerpen san puisi, tapi ya namanya qadarullah bukan jodoh sama sastra at least saya masih bisa menulis kan? Menulis resep masakan maksudnya🤭

Saya juga teringat, dulu diakhir kelas 12 ingin sekali menjadi diplomat, cari informasi harus masuk jurusan apa untuk menjadi diplomat oh Hubungan Internasional rupanya, Eh! lupa donk sama cita-cita itu.

Ada juga tuh keinginan untuk jadi arsitektur 😆 jadi saat di sekolah dasar dulu, suka baca koran kan di sana tuh ada design rumah bukan furniturenya yah tapi luas dan model bangunannya anak 90an tahu lah ya ada kolom kecil design rumah di sisi kanan koran (pura pura saja tahu yah hehe), tapi ya qadarullah kandas karena matematika bukanlah sohibku.

Designer pun pernah jadi prototipe halaman sketsa pikiranku, saya memang senang menggambar dan mewarnai tapi khusus baju, sampai punya set warna banyak banget dengan berbagai model dan merk qadarullah lagi, itu hanya hobi harusnya diwujudkan sih lagi lagi bukan jodohnya.

Berakhir lah dengan "tubuh manusia", kenapa ya? padahal tak ada satu mimpi pun yang mengarah ke sana, jodoh ya begini deh yang dipikirin belum tentu jodoh, yang nggak dipikirin bisa jadi jodoh. Masuk pun mudah, dimudahkan banget alhamdulillah, setidaknya nilaiku dipelajaran biologi masih jauh lebih bagus daripada matematika dan fisika musuh bebuyutan, biologi masuk top 3 nilai tertinggi setelah bahasa.

Pelabuhan pertamaku adalah Keperawatan, desakan sebenarnya untuk mengambil jurusan kesehatan sebelumnya lulus di pergigian tapi qadarullah letaknya di Kota Anging Mamiri orang tua tak mengizinkan, namanya ridho harus di genggam dulu ya biar berkah ilmunya.

Berat? Berat, keperawatan itu sekolahnya sangat berat nangis dulu di semester pertama namanya adaptasi, homesick dan kegundahan yang lain. Tapi setelah itu menikmati sih Alhmadulillah.

Pelabuhan kedua, masih seputar manusia. Ternyata mempelajari hidup dan apa yang dipikirkan manusia sejak dia lahir hingga lansia pun berbeda beda, bahkan kita pun terkadang berpikir seperti pasien jiwa, sengaja atau tidak, hanya saja kita masih mampu melawan kesedihan. Iya, psikologi adalah pelabuhan keduaku.

Setelah ini pun saya berharap masih bisa di izinkan sekolah lagi, doain ya bloggerssssss... 

Namun kembali lagi seperti yang sudah sudah, sebaik baiknya kita berencana, setinggi tingginya kita bermimpi tetap Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Mengetahui mana yang terbaik jadi bersyukur saja dengan takdir, karena percaya akan takdir berarti menjalankan rukun iman bukan?

Nanti lagi yah... 

Wassalam

Senin, 07 Maret 2016

Wa laa taqrabu zina

“Wa laa taqrabu zinaa …”

“Jangan dekati zina …” (QS Al Isra: 32)

Dear shalihah,
Pernah dengar ayat di atas?
Harusnya sih pernah yah, atau kamu malah anti dengan ayat tersebut?

Lumrah ketika kita mencintai seseorang, sangat lumrah karena Allah yang memberi rasa itu. Apakah cinta itu bisa hadir ke aktivis dakwah? Oh sangat bisa, sangat bisa sekali.

Ketika makan ada dia, ketika mau tidur ada dia, BAHKAN Ketika tilawah lembar demi lembar dibuka selalu ada dia.

Ini cinta, bahkan saat berdoa pun dengan sadar kita mendoakannya.

Sangat lumrah seperti itu, apakah tidak boleh? Apakah salah? Boleh dan tidak salah wallahu a'lam yang salah dan yang tidak boleh ketika rasa itu berlarut larut, membuat kita malas beribadah, membuat kita jatuh ke lubang maksiat.

Begini, Allah bukan melarang kita berzina, tidak ada ayat yang menjelaskan hal tersebut. Namun Allah melarang kita mendekat zina. Jangankan berbuat zina, MENDEKATI saja Allah sudah larang. Tandanya apa? Allah Maha Pecemburu. Ketika ada makhluknya lebih memilih dunia daripada akhirat, ketika lebih menjauh dari Allah saat mendapat kekayaan, ketika cinta kita lebih besar terhadap makhlukNya daripada kepada Allah, dan ketika kita mendekati zina dengan dia atau mereka yang bukan mahrom kita.

Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR Muslim)

Bagaimana dengan pemuda sekarang? Pacaran dengan bukan suaminya menjadi hal lumrah. Atau ada sekarang yah pacaran syariah. Biasanya terjadi dikalangan aktivis dakwah nih. Setan bukan lagi mengejar perihal aqidah, perihal tauhid BUKAN, setan mengincar akhlaq.

"Saya nggak pegangan tangan kok Mbak"

"Saya kan hanya sms jangan lupa sholat yaa akhi"

"Saya kan hanya di ajak ke kajian bareng Mbak"

"Kami hanya saling mengingatkan sholat kok Mbak"

Wahai shalihah, sekali lagi Allah melarang kita mendekati zina!

Nanti lama lama

"Ana uhibukifillah yaa ukhti/akhi"

Modus wahai muslimah!

Apa lantas kita pikir setan tidak cerdik? Setan itu pintar, dia mengusik melalui aliran darah kita. Untuk itu kenapa kita diperintahkan untuk berpuasa, karena ketika berpuasa aliran darah kita menyempit. Nafsu bisa teralihkan.

Laki laki yang baik tak akan mungkin mendekatimu sebelum mendekati orangtuamu. Laki laki yang baik bukan mencari perhatianmu, namun mencari perhatian bapakmu. Laki laki yang baik tidak berpacaran denganmu tapi berpacaran dengan orang tuamu. Laki laki yang baik datang ke rumahmu bukan mengajak untuk berpacaran, namun mengajakmu untuk menikah melalui bapakmu.

Bagaimana? Siapa menjaga hati hanya untuk dia suamimu? Good Luck shalihah!

Wallahu a'lam
IG @oescollection
WA +6285729530070 (fast)
Menyediakan pakaian syar'i casual, wisuda dan walimah :)

Selasa, 25 November 2014

Cantiknya Dulu atau Agamanya Dulu ???


>>> Memilih dulu karena agamanya....
Ikhwan: wah akhwat ini cantik ustadz menarik hati saya. saya ingin berta'aruf dengannya. bagaimana dengan sholatnya ustadz ?
ustadz: dia memang cantik, tapi sholatnya masih bolong bolong. shubuh dia telat bangun, sudah telat setelah sholat tidur lagi
ikhwan: hmm, hehe nggak jadi deh ustadz cantik sih, tapi maaf ustadz dia nggak bisa jaga sholatnya bagaimana menjaga anak anakku kelak.
>>> Memilih dulu karena cantiknya....
Ikhwan: wah ustadz agama akhwat fulanah saya suka ustadz. dia begitu menjaga sholatnya, puasanya super ustadz
ustadz: sudah lihat wajahnya atau sekedar tahu namanya?
ikhwan: sekedar tahu namanya saja ustadz
Ustadz: kalau begitu nadhor lah. antum besok datang ke masjid depan dia akan mengajar TPA sore hari
sore harinya
Ustadz: sudah lihat? bagaimana menurutmu?
Ikhwan: sudah sih ustadz, tapi maaf. wajahnya hmm bukan tipe saya.
*silahkan disimpulkan sendiri yang terbaik untuk di amalkan,
Wallahu a'lam

Selasa, 11 November 2014

Poligami; Bahagia atau Nelangsa ?

"Jadi, kamu (tias) mau donk besok kalo di poligami, tenan (bener) nggak takut ?" 

Ok, itu tadi pertanyaan dari salah seorang teman saya di kampus, tahun lalu ketika mereka juga terkejut dengan "perubahanku" (power rangers kali ah). Lalu bagaiman denga jawaban saya? Kemarin saya menjawab masih kurang deh, cuman jawab "Mau, kenapa tidak." Maklum saja, tahun kemarin di awal hijrah ilmu saya masih di "bawah tanngga". Kalau sekarang? Masih juga di "bawah tangga" hehe. Tapi, dengan postingan saya kali inii semoga menguatkan jawaban saya, dan merubah persepsi terhadap sunnah Rasulullah.

Bismillah......................

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS. An-Nisaa: 3)"

Apa yang ada dalam benak wanita ketika mendengar poligami atau ta'adud? Kurang lebih, sedih, kecewa, merasa di duakan, dibohongi dan sifat sifat prasangka setan lainnya, yang berusaha menggulingkan pemahaman kita akan sunnah yang di bawa Rasulullah.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al-Ahzab: 21)"

Pertama yang perlu pembaca tulisan ini pahami, bahwa saya sendiri belum menikah dan tentu masih belum mempunyai pengalaman apapun mengenai pernikahan dan rumah tangga, namun saya mencoba belajar dari suri teladan kita Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam. Mungkin, ada pula yang akan mencibir, tidak setuju atau apapun, sebelumnya mohon maaf. Justru karena saya sendiri belum mempunyai pengalaman berumah tangga, ini penting untuk dipelajari bukan hanya proses seperti ta'aruf, nadzhor, khitbah hingga walimahan saja, yang di ajarkan di kuliah pra nikah seorang muslim dan muslimah, namun juga mengenai poligami atau ta'adud.

Kedua perlu diketahui bahwa poligami merupakan salah satu sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah, yang dapat diikuti oleh ummatnya, sunnah dengan syarat syarat yang harus dipenuhi oleh seorang suami yang ingin berta'adud. Bukan sekedar menikah menambah madu, tapi agama dan lain lainnya masih jauh dari kurang, sehingga tak ada keberkahan yang terjadi dalam rumah tangga yang akan dinaungi.

Poligami dalam masyarakat Indonesia merupakan suatu yang "hina", kenapa ini bisa terjadi? Para pelakunya yang tidak bisa bertanggung jawab dan bersikap "adil", sehingga masyarakat awam (belum paham agama) menjudge poligami adalah suatu tindakan yang "hina" atau menghinakan seorang perempuan. Contoh: Tidak berlaku bertanggung jawab dan adilnya para pelaku ta'adud yang disiarkan di media media sekuler, maraknya sinetron sinetron poligami yang memberikan contoh buruk poligami, birokrasi pemerintahan yang mempersulit pengurusan administrasi, menyamakan diri sebagai Nabi ingin menikahi gadis seusia Ummul Mukminin Aisyah yang berusia 9 tahun saat dinikahi, dan yang paling gempar adalah masyarakat yang sudah "ngaji" khususnya kaum perempuan masih juga melihat poligami dari sudut pandang duniawi semata, sehingga dengan terang terangan meremehkan sunnah Rasulullah. Naudzubillah....

Bagaimana dengan pendapat perempuan bila ditanya seputar poligami?, "Sesungguhnya, aku berharap semoga suamiku meninggal dunia, sebelum ia berusaha menikahi perempuan lainnya." Sikap seperti ini bukan hanya sekali atau dua kali, tapi sering terjadi. Bahka sikap seperti ini kerap ditunjukkan oleh banyak keluarga di masyarakat kita, sehingga banyak dari mereka yang menolak pemuda yang melamar anak perempuan mereka, ketika mereka tahu bahwa pemuda tersebut sudah menikah. 

Pikiran mulai kemana-mana, "Bagaimana bila besok kamu dibiarkan terlantar?", "Bagaimana bila besok, suamimu lebih memilih istri yang lebih muda/tua dibanding kamu?", "Banyak memang yang tidak pernah ngaku kalau sedang mengeluh, tapi hatinya pasti sakit". Begitulah kira-kira, pendapat pendapat yang menjatuhkan, padahal yang memberi pendapat bukanlah Allah yang mengetahui hati dan masa depan. Sehingga muncul lah, bagaimana bila, bagaimana bila, bagaimana bila. Terus berprasangka yang kita sendiri belum tahu apa-apa. 

Kemudian, muncul pula Syubhat-syubhat yang ditebarkan orang orang yang membenci sunnah poligami. Apa saja?

1. An-Nisaa ayat 4 (mohon dibuka lagi Qur'an terjemahannya). Mereka berkata," Ayat ini menetapkan bahwa seorang lelaki tidak dapat berlaku adil di antara isteri-isterinya. Sebenarnya ayat ini menafikan bolehnya berpoligami. Kenapa demikian, dalam syubhat ini khawatir terhadap condongnya suami terhadap salah seorang isterinya, condong dalam hal ini adalah cinta, perasaan, dan syahwat. Dalam Islam, wajib seorang suami berlaku adil atas segalanya termasuk dalam bermalam. Suami harus adil dalam bermalam di kamar kamar istrinya, kecuali tentang persetubuhan karena dorongan syahwat dan rasa cinta. Namun, hal yang perlu diingat adalah tidak boleh adanya kecondongan yang berlebihan terhadap satu istri yang melampaui batas.

2. Banyak dari mereka berhujjah dengan kisahnya Ali bin Abi Thalib r.a ketika hendak meminang putri Abu Jahal semasa Fathimah masih hidup. Mereka menggunakan hadits, saat Rasulullah bersabda: "Tidak aku izinkan, tidak aku izinkan, tidak aku izinkan. Kecuali, jika putera Abu Thalib (Ali) mau untuk menceraikan putriku dan menikahi putri mereka. Sebab, sesungguhnya putriku adalah darah dagingku. Apa yang membuatnya menderita akan menjadikanku juga menderita dan apa yang membuatnya tersakiti akan menjadikanku juga tersakiti." (HR. Muslim). Yang menyebutkan ini terhenti pada potongannya yang mengisahkan hal ini saja, dan ya bisa diebak mereka menggunakan ini untuk  mengharamkan poligami. Maka, saya coba lanjutkan pontongan dari hadits ini, bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya aku tidaklah mengharamkan sesuatu yang halal dan tidak pula menghalalkan sesuatu yang haram. Namun demi Allah, tidak akan pernah berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah pada satu tempat untuk selamanya."

3. Pernikahan yang seperti ini akan memunculkan permusuhan di antara para istri; seorang calon istri yang akan diniatkan untuk menjadi madu haruslah penuh dengan ketaatan, dana yakin bahwa Allah-lah yang akan menjaganya dengan kewara'an (taqwa). Bila muncul perselisihan bagaimana? Maka penengahnya adalah kebijakan dan keteguhan hati sang suami yang merupakan pemimpin. Ini pun berlaku pada yang tidak berpoligami. 

Sebenarnya, masih banyak syubhat syubhat lainnya, seperti akan menjadi miskin karen keturunan yang banyak, terjadi kecemburuan, dan lainnya. Takut kalau pembaca bosen hehe. Lalu, kenapa di perbolehkan berpoligami dalam Islam ? Emang ada keutamaannya yah? Thayyib, saya juga coba mencarinya, apa saja yang membuatkan menarik ? 
  • Merupakan sunnah
  • Menjaga kehormatan wanita
  • Memuliakan wanita (janda)
  • Menjauhkan dari zina
  • Memperbanyak keturunan kaum muslimin
  • Kemudahan menuju surga bagi lelaki maupun istri pertama
  • dst
Rasulullah tidak pernah meremehkan ummatnya, bahkan ketika sedang sakaratul maut. Lalu sekarang kita berani meremehkan sunnahnya. Naudzubillah, istigfar kawan.

Banyak kisah nyata dari para pelaku poligami yang kisahnya bahagia, hidup penuh berkah, di karuniai anak yang sholeh dan sholehah, rukun sesama istri, perselisihan diselesaikan dengan bijak dan hati yang tenang, hanya jarang di ekspose. Masyarakat kita jadi termakan omongan omongan para kaum yang menolak poligami sehingga menampilkan sisi buruk dari poligami dengan pelaku yang sebenarnya belum pantas berpoligami.

Alhamdulillah, itu dulu saja mengenai poligami. Karena sebenarnya, maksud saya memposting bukan untuk menggembar gemborkan perkara poligami agar para suami berburu madu, tentu tidak. Namun semata saya hanya ingin meluruskan mengenai perkara sunnah yang di "hina" kan baik dari orang orang kafir, awam (tidak paham agama), bahkan yang sudah "ngaji", karena kebanyakan dari kita menjudge tanpa mencari tahu kebenarannya, setidaknya mencari atau membaca buku itu perlu. Lalu di ingat, sunnah ini dilakukan dengan syarat. Jika di syi'ah ada nikah mut'ah yang menghina wanita, maka di Islam ada poligami yang memuliakan wanita. 

Wallahu a'alam 

Senin, 03 November 2014

Dibalik Kisah Mahar

Bismillah...

"Berikanlah mahar kepada (wanita yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan....." (An-Nisa: 4)

Tak ada salahnya hari ini kita membahas ttg mahar.

Wanita mana yang tidak mengenal mahar? 
Semua wanita yg telah baligh mengetahui arti dari kata mahar.

Tapi, tahukah bahwa makna mahar itu sendiri apa? Untuk apa sebenerny mahar itu? Siapa yang memiliki hak paten atasnya?

Ini dia yang biasanya membuat kaum adam was wes wos, menunggu keputusan, stelah mengkhitbah.... *Sabar yah

Banyak kisah dibalik kata ini, saya sering mendengar kisah yg beragam dibalik mahar. Entah dari teman, atau temannya teman... yg sudah lebih dulu menikah...

Ada yang menikah dgn mahar hafalan 30 Juz, surat ar rahman, kitab kitab tebel, duit, buku dan lainnya...

Tak ada batas maksimal atau minimal dalam mahar, tapi yg perlu di ingat adalah disunnahkan adalah mempermudah mahar itu sendiri.

"Carilah maskawin, walaupun hanya sebuah cincin besi" (HR. Bukhari)

Wanita yg paling berkah adalah yang mempermudah mahar (tidak mewah), atau sesuai dgn penghasilan dri laki laki dan sesuai kesepakatan.

Banyak kisah, satu di antaranya adalah kisah pernikahan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Muhammad. Rasulullah sebagai ayah fatimah hanya meminta sarung, harta satu satunya yg dimiliki Ali saat itu, ini Rasulullah loh... anaknya bkn sarjana tapi, yaaa semua org tahu lah siapa Fatimah, saya tdk membahas detail. Sy tdk bahas temen temen juga udh tahu kan.

Lalu, bolehkan org tua menentukan mahar anak perempuannya?  Mahar itu adalah hak perempuan secara syar'i. Wanita itu bukan barang dagangan, .... Boleh jika mahar itu akan diberikan kepada walinya, taoi jangan dijadikan alasan untuk meninggikan jumlah mahar....

Nah... saya sendiri nggak mau membahas lebih detail tentang mahar ini.. hehe.

Saudariku muslimah bisa membaca lebih lengkap, di kitab kitab fiqh wanita untuk lebih mengenal "dirimu"

Karena wanita itu istimewa....

Barakallah....

Wallahu a'lam
Solo, 6 Muharram 1436 H

Senin, 23 Desember 2013

Ku Menanti



Bismillah
Apa kabarmu engkau yang namanya tertulis dilauhul mafudz bersamaku?
Dihari yang mendung ini, aku sedang rindukan dirimu
Ingin sekali diriku dan dirimu dipertemukan oleh kebesaran-Nya
Ingin kutahu siapakah dirimu?
Sungguh tidak terbayang olehku siapakah engkau yang bersedia menjadikanku mutiara di istanamu

Siapakah engkau wahai akhi?
Engkau yang selalu menundukkann pandangannya ketika wanita yang bukan muhrimu lewat dihadapanmu
Engkau yang selalu berusaha menghafal dang mengamalkan isi Al-Qur'an dan As Sunnah
Engkau yang ketika diluar rumah adalah milik ummat sementra ketika di rumah kau milik anak dan istrimu
Engkau yang selalu menjaga perasaan istrimu
Engkau yang selalu berusaha menjadi imam dan suri teladan bagi anak dan istrimu
Engkau sang kunci menuju surga untuk anak dan istrimu

Wahai akhi..
Memang kurindu padamu, tapi aku insya Allah siap menunggu dirimu yang sedag memantaskan diri
Memantaskan aqidahmu
Memantaskan bacaan Qur'an mu
Memantaskan ilmu dunia dan akhirat
Aku yakin..
Semua itu kau lakukan insya Allah untuk bekal kita nanti, bekalmu, bekalku dan untuk bekal anak-anak kita

Insya Allah aku berbicara bukan karena "syahwat"
Ku ingin segera melepas masa ini denganmu
Agar semakin kuat aqidahku
Semakin kokoh bentengku menuju Surga-Nya
Semakin kuat prinsip Islam dihatiku
Agar tenang keluar rumah bersamamu
Tak ada lagi yang berani mengangguku

Tapi memang tidak ada yang bisa kulakukan selain menuggu kedatanganmu dengan selalu memperbaiki diri dan selalu memohon doa pada Sang Maha Cinta Allah SWT


di Senin yang mendung di Solo :)


 
Back To Top