TRENDING
Tampilkan postingan dengan label siroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siroh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

Wanita, Ibunda Fajar Islam

Wanita, Ibu Fajar Islam

Sungguh benar ungkapan seorang penyair,

Ibu adalah madrasah
Bila engkau mempersiapkannya dengan baik
Berarti engkau telah mempersiapkan suatu generasi yang mulia

Ibu adalah taman
Bila engkau rajin menyiramnya
Maka ia akan tumbuh subur dan lebatlah dedaunannya

Ibu adalah guru
Guru dari segala guru
Jasa-jasa besarnya menyelimuti seluruh cakrawala

Wanita merupakan ibu-ibu yang telah melahirkan fajar Islam. Kebesaran Islam menjulang karena jasanya. Kekuatan Islam terbangun karena perannya. Berkat mereka, kemuliaan Islam tersebar luas dan pilar-pilarnya tertancap dengan kokoh. Itulah gambaran peran kaum ibu di masa-masa keemasan Islam dahulu. Mereka adalah persemaian kehormatan yang bebas, kemuliaan yang orisinal dan keagungan yang kokoh.

Perjuangan mereka tak pernah berhenti bahkan ketika telah wafat. Perjuangan mereka dilanjutkan kepada setiap wanita mukmin yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Pertanyaanya sekarang, sejauh mana kita sebagai wanita telah mempersiapkan diri menerima tongkat estafet selanjutnya ?

Sejauh mana ?

Ketika kita masih "dingin" terhadap aturan Allah, maka bisa dibilang kita belum siap menjadi penerus perjuangan para ibunda kaum mukmin. Bahkan bila kita sudah menikah dan punya anak.

Sudahkah engkau bertanggung jawab atas kehormatan dirimu ?
Sudahkah hijabmu menjulur menutupi cantikmu?
Sudah "rapi" kah pergaulannmu dengan lawan jenis?

Maka bercerminlah, sudahkah kita mengikuti teladan sejati, ibunda kaum mukmin ?

Wallahu a'lam
7 Rabiulakhir 1436 H

Senin, 10 November 2014

Pemilik Kebesaran, Dibalik Kesederhanaan

Jujur saja, saya baru tahu semalam sekitar jam 9 malam WIB, kalau menteri menteri yang baru sudah ada.  Itupun dari postingan kawan kawan di media sosial.

Sebelumnya, mari kita doakan semoga jabatan "mewah" itu tdk disalahgunakan...

Namun, saya tdk akan berbicara ttg bapak dan ibu ini, repot nanti... hehe.

Jadi saya bercerita ttg.

Sa'id Bin Amir r.a

Mungkin, banyak yang belum kenal. Ya, namanya besar tapi tak mau dikenal...

Siapakah dia? 
Dia adalah sahabat utama Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam. Namanya mungkin tak harum seperti sahabat yg lain, asal tahu saja dia tidak pernah absen dari semua perjuangan dan jihad yg dihadapi rasulullah.

Dia pernah ditunjuk oleh Amirul Mukminin Umar bin Al-Khatab sebagai walikota Homs, Suriah.

Namun, apa yg dia ucapkan? 
"Janglah engkau menjeremuskan diriku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin."

Amirul Mukminin terus mendesak, dan sa'id pun menerima jabatan itu.

Semenjak menjadi walikota Homs, ada yg menyukai dan ada yg tidak..

Kelompok yg tdk menyukai Sa'id itu selalu mencari celah kesalahan dan malaporkannya ke Amirul Mukminin, beberapa kesalahn yg diajukan adalah.

Sa'id;
1. Tidak keluar unthk menemui kami hingga siang
2. Tdk mau melayani orang pada waktu malam hari.
3. Setiap bulan ada 2 haru dmana ia tdk mau keluar ntuk kami, sehingga kami tdk menemuinya.
4. Terakhir, bkn kesalahn namhn mengganggu. Yaitu bahwa sewaktu waktu ia jatuh pingsan.

Sa'id menjawab tuduhan tuduhan itu dgn berat hati,
Tuduhan pertama, krn dia tdk memiliki pelayan, sehingga dialah yg membuat adonan tepung dn membiarkan mengembang, lalu membuat roti kemudia wudhu untuk dhuha.

Tuduhan kedua, dia telah menyediakan siang untuk melayani masyarakat, sdg malam hari untuk Allah Ta'ala.

Tuduhan ketiga, Sa'id tdk memiliki pelayan yg akan mencuci kn pakaian, sdgkan dia tdk memiliki baju yg lain. Jdi memanfaatkan hari itu untjk mencuci dn menunggu hingga kering.

Tuduhan terakhir, dgn tenang Sa'id menjelaskan, dulu ketika di  Mekkah dia menyaksikan Khubaib Al anshari jtuh trsungkur. Tubuhnya disyat syat oleh org2 quraisy.

Dan stiap mengingat kejadian itu, tubuh Sai'id gemetar karena takut siksa Allah, krn saar itu ia enggan menolong Khubaib,krn  saat itu sa'id masih musyrik.

Bagaimna dgn gaji seorg walikota?  Tentu sangat besar, tetapi ia hnya mengambil keperluan diri dn istrinya, sdngkan selebihnya dbgikan kpd keluarga2 lain yg membutuhkan.

Semua org selalu memberinya saran, agar nafkah yg didpt dimanfaatkan untuknya dn keluarga. namun Sa'id selalu menjawab "mengapa keluarga dan famili mertuaku saja yg hrus lebih kuperhatikan?  Demi Allah, tidak! Aku tdk akan mnjual keridhaan Allah dgn kaum kerabtku."

Itulah Sa'id bin Amir, ia  membawa atau meninggalkan beban dunia atau harta benda yg memberati punggung atau menkan bahunya.... yg dbawa hnyalah kezuhudan, kesalehan, dan ketakwaan, serta kebenaran jiwa dn budi baiknya.

Akankah engkau wahai pemimpinku, mampu bersikap demikian?  Menanggalkan fasilitas mewahmu untuk org org yg membutuhkan ?

Wallahu a'lam
Kisah ini bisa teman teman baca dibuku Biografi 60 Sahabat Nabi, oleh Khalid Muhammad Khalid

Pahlawan Hingga Akhir



Bismillah,
Saat ini saya sedang melihat postingan di media sosial milik kawan kawan, ternyata hari ini jatuh pada tanggal 10 November 2014 M, katanya sih hari pahlawan. Benar begitu?

Ah, tapi saya tidak ingin menceritakan pahlawan pahlawan seperti biasanya, kali ini saya bahas yang berbeda. Membahas sosok tokoh pahlawan hingga akhir, siapa beliau ini ?

ABDURRAHMAN BIN ABU BAKAR

Ia merupakan lukisan nyata tentang kepribadian Arab dengan segala kedalam dan dimensinya. Saat ayahnya menjadi orang yang pertama beriman kepad Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam dan Ash-Shiddiq yang memiliki keimanan yang tiada taranya kepada Allah dan Rasul-Nya, serta orang kedua ketika mereka berdua berada dalam gua, Abdurrahman pada waktu itu justru menjadi orang yang kuat laksana batu karang menyatu menjadi satu dengan agama nenk moyangnya dan berhala-berhalan Quraisy. Di Perang Badar ia tampil sebagai baarisan penyerang di pihak tentara musyrik.

Berbagai cerita kekuatan dan sifat keras dari Abdurrahman saat masih menjadi bagian dari Quraisy yang memerangi Islam. Abdurrahman sendiri adalah seorang Arab tulen tidak memiliki ciri yang lebih istimewa daripada loyalitasnya yang total terhadap sesuatu yang sudah menjadi keyakinan. Menarik darinya adalah bila hatinya telah mantap dengan agama tertentu atau sebuah pendapat, ia tidak berbeda dengan tawanan yang diperbudak oleh keyakinannya itu, hingga tidka dapat melepaskan diri lagi, kecuali bila ada keyakinan baru yang lebih kuat, yang bisa menundukkan akal dan jiwanya tanpa keraguan sedikitpun yang akan menggeser keyakinan yang pertama tadi.

Suatu hari, saat yang telah ditetapkan oleh takdir telah tiba, yang menandakan kelahiran baru bagi Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq atau kita bisa menyebutnya hijrah yang juga kita rasakan sekarang. Pelita petunjuk telah menyuluhi dirinya, hingga mengikis habis bayang - bayang kegelapan dan kepalsuan warisan jahiliah. Ia melihat Allah Yang Maha Tunggal lagi Esa di segala sesuatu yang terdapat disekelilingnya dan petunjuk Allah pun mengakar pada diri dan jiwanya, hingga ia pun menjadi seorang Muslim. 

Abdurrahman dikenal sebagai ksatria pada masa  dirinya kafir, dan saat memeluk Islam pun ia masih merupakan ksatria. Abdurrahman tidak pernah ketinggalan untuk ambil bagian dalam peperangan dan tidak pernah berpangku tangan dari juhan yang dilaksanakan.

Dalam peperangan Yamamah, jasanya amat besar. Abdurrahman mampu meraih kemenangan dari tentara Musailamah dan orang orang murtad. Bahkan, ia lah yang menghabisi Musailamah. Abdurrahman berhasil mengepung benteng terpenting yang digunakan oleh tentara murtad sebagai tempat yang strategis untuk pertahanan mereka.

Ketika Mahkam telah tewas oleh pukulan Abdurrahman dan orang orang disekililingnya lari tunggang langgang, benteng itu pun terbuka luas sehingga prajurit Islam masuk berlompatan ke dalam benteng.

Di bawah naungan Islam kualitas Abdurrahman bertambah tajam dan sempurna. Loyalitas terhadap keyakinan dan kegigihan total untuk mengikuti apa yang dianggapnya benar, serta kebenciannya terhadap mulut manis dan sanjungan, semua sifat itu menjadi prinsip hidup dan permata kepribadiannya. Bahkan pada saat yang amat gawat, yakni ketika Mu'awiyah memuntuskan hendak memaksakan baiat bagi Yazid sebagai khalifah dengan kekuatan pedang.

Mu'awiyah mengirim surat yang berisi pernyataan baiat keapda Marwan, gubernurnya di Madinah, dan menyuruhnya agar dibacakan kepada kaum muslimin di masjid. Marwan melaksanakan perintah itu, namun saat ia belum selesai membacakan, Abdurrahman bangkit untuk mengubah suasana hening yang mencekam itu menjadi banjir protes dan perlawanan keras. Ia menyatakan, "Demi Allah, rupanya bukan yang terbaik yang engkau berikan kepad umat Nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam, melainkan engkau hendak menjadikannya kerajaan seperti Romawi, hingga bila seorang kaisar meninggla, tampilan kaisar lain sebagai penggantinya."

Abdurrahman melihat bahaya besar yang sedang mengancam Islam bila Mu'awiyah benar benar melaksanakan keinginannya itu. Ia akan mengubah hukum Islam dari prinsip syura, di mana rakyat dapat memilih kepala negaranya, menjadi sistem monarki, di mana rakyat akan diperintah oleh raja raja atau kaisar kaisar yang akan mewarisi takhta secara turun temurun. 

Singkatnya, dalam kondisi pana, Mu'awiyah mengirim utusan menyerahkan uang kepada Abdurrahman sebanyak 100 ribu dirham untuk menundukkan hatinya. Tetapi, putra Ash-Shiddiq itu melemparkan uang itu jauh jauh, lalu berkata kepada utusan Mu'awiyah, "Kembalilah kepadanya dan katakan bahwa Abdurrahman tidak akan pernah menjual agamanya dengan dunia."

Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan cerminan keislaman seorang laki-laki yang jujur, berjiwa bebas, dan ksatria, sosok pahlawan hingga akhir.

Ialah sosok pahlawan itu, sekarang antum sudah mengenalnya... 
Semoga pahlawan pahlawan kita selanjutnya, yang kan tertulis kisahnya di buku buku sejarah, mampu bercermin diri dan meneladani sosok Abdurrahman sebagai muslim yang jujur, berjiwa bebas, dan kestria.

Masihkan kamu ragu siapa sosok pahlawan mu ???

Wallahu a'lam
17 Muharram 1436 H | 10 November 2014 M

Mengenang pahlawan ummat Muslim....

Selasa, 28 Oktober 2014

Pemuda Itu, Duta Islam Pertama

Saya lagi lagi baru inget, hari ini hari sumpah pemuda yah...

Lama nggak lihat kalender masehi....

Mungkin krn lama sudah, nggak kuliah.. hehe

Saya lagi nggak pengen bahas tentang sumpahnya, mau bahas ttg pemuda saja, bagaimna?? 

Ada sosok pemuda yg saya kagumi, mngkin pula jadi idola...

Mush'ab bin Umair.

Mungkin udh berulang kali yah sya bahas, namun tak pernah bosen buat ngenalin sosok ini lagi...

Mari kita mulai,
Bismillah
Mush'ab seorg remaja quraisy terkemuka, paling tampan, penuh dgn jiwa dn smngat muda. Namanya paling harum.

Lahir dn dbesrkan dgn kesenangan, dimanjakan, hidup mewah, menjadi bintang, buah bibir gadis2 mekkah, namun akan berubah menjadu pelaku cerita keimanan dan kepahlawanan...

Mush'ab adalah sosok belia, yg mnjdi bunga di setiap tempat pertemuan dan perkumpulan. Semua org berharap Mush'ab hadir di dlmnya. Penmpilan yg anggun dan otak yg cerdas merupakan keistimewaan.

Masuk islam dan beriman dalam usia muda,

Mush'ab adalah sosok pemberani,

Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam pernah bersabda ketika menatap mush'ab dgn pandangan bijaksana, rasa syukur dn ksih syang:

"Aku telah mengetahui Mush'ab ini sbelumnya. Tidak ada pemuda mekkah yg lebih dimanja oleh org tuanya seperti dirinya. Kemudian ia meninggalkan semua itu krn cinta kepada Allah dan RasulNya"

Mush'ab selalu melakukan tgs yg paling agung, mejadi utusan ke madinah untk mengajarkan agama kpd org2 anshar yg telah beriman dn berbaiat kpada Rasulullah di bukiy aqabah, mngajak org2 yg lain agar mnganut agama Allah, dn mempersiapkan madinah untuk hijrah yg agung.

Pdahal sbnernya nih, msih bnyak tokoh yg lebih tua di kalangan sahabat, lebih berpengaruh, lbih dkat hub kekeluargaannya dgn rasulullah... tetapi rasulullah tetap memlih Mush'ab.

Mush'ab memikul tugas berat dipundaknya saat usia muda, nasib agama islam kpdanya di madinah, yg skrg madinah di kenal sbgi darul hijrah, pusat para dai dan dakwah, serta markas para pengemban misi islam dan prajurit perang.

Mush'ab memikul amant ini dgn bekal kearifan pikir, kemuliaan akhlak, kezuhudan, kejujuran, dn kesungguhan hati dgn ini berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk madinah hingga berduyun dyun masuk islam.

Kematian Mush'ab pun mampu menawan hati, tiap kali kita mendngar kisahnya...

Mush'ab gugur dalm perang uhud. Mush'ab sbgai pembawa panji perang kaum muslimin,

Mush'ab gugur dalam tebasan pedang yg memisahkan kedua tanganny , saat mempertahankan bendera panji perang kaum muslimin... Disetiap tebasan pedang, Mush'ab selalu mengucapkan "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorg utusan dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa utusan."

Mush'ab gugur sbgai bintang dan mahkota para syuhada...

Itu tadi cerita seorang pemuda, rela meninggalkan kemewahan demi agamnya...

Mampu berkorban nyawa demi agamnya...

Bgiku, dialah pemuda yang patut dicontoh...

Akankah kita wahai pemuda, mampu sperti Mush'ab bin Umair? Dia jga hanya manusia biasa, namun mengetahui kebenaran agamnya lalu beriman.

Akankah kita pemuda, tak lagi bermanja pda kemewahan dunia, namun lupa akan akhirat?

Bangunlah wahai pemuda, lihat Islam dalam bahaya, Islam membutuhkan kita, Islam memanggil kita untuk melindungi agama yang dirahmati Allah....

Pertahankan syahadatmu, kuatkan aqidahmu, mari hidup mulia atau mati dalam keadaan syahid....

Wallahu a'lam
Solo, 4 Muharram 1436 H

 
Back To Top