TRENDING
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2021

SUPERWIFE (Buku Antologi)

   

 


    Assalamu'alaikum kawan tersayang, mari kuperkenalkan dengan anak keduaku. Sebelumnya aku ingin memberitahukan pada kalian, bahwa anak keduaku lahir tanpa rencana, hanya niat saja untuk membuatnya. terlahir di tengah hiruk pikuk keraguan dalam hati, apakah bisa aku melewati segala prosesnya tanpa rasa sakit, dan kecewa. Perlu kawan ketahui, bahwa kelahirannya adalah anugerah, dan berkah tersendiri buatku, kelahirannya membawa kembali diriku yang lama hilang, berkelana entah kemana.

            Aku bersyukur kepada mereka yang telah membantuku melewati semua proses, segala motivasi yang selalu datang dari kekasihku, tanpa ridhonya mungkin semuanya tidak akan terjadi, karena ridhonya sama dengan ridho Yang Maha Kuasa.

            Baik, tanpa butuh satu paragraf lagi aku perkenalkan, dan persembahkan anak keduaku, karya keduaku, masih dengan genre non fiksi, dan masih bersama menulis dalam tim (antologi), membagi kisah nano-nano dari para istri. Rasa nano-nao yang di kemas semenarik mungkin, membawa pembaca untuk terus membaca, merasakan kehadiran para penulis dalam setiap kisahnya, karena kisah mereka bisa jadi adalah kisahmu juga.

            Superwife hadir membawa kehangatan untuk para wanita, calon istri, istri dan bahkan calon ayah dan para ayah, untuk melihat dari berbagai sisi mengenai kehidupan wanita, setelah berstatus istri. Saat disayangkan, nyatanya tidak akan pembaca temukan tips pasti dalam buku ini, hanya kisah-kisah yang membawa inspirasi dan motivasi untuk melihat dunia istri yang semakin luas.

            Well, penasaran bagaimana isinya? Miliki segera SUPERWIFE Jilid 2, karya Tim Nulisyuk Batch 62.

           

 


Selasa, 08 Maret 2016

Jenis Jenis Nafsu



Dear shalihah
Aku, kamu, dia, mereka, binatang, tumbuhan, bahkan jin dan setan, semua makhluk yang Allah ciptakan memiliki nafsu kecuali para Malaikat.

Nafsu yang terdapat pada manusia adalah sejatinya merupakan ujian. Jika manusia mampu menguasai nafsunya bermakna dia telah berjalan mengatasi salah satu ujian Allah yang cukup berat ini.

Kenapa berat? Karena nafsu soulmatenya manusia. Allah sudah menciptakan kita sepaket dengan nafsu.

Sekiranya nafsu dididik ke arah kejahatan dan melalui arah yang jahat, maka nafsu akan menjadi jahat dan liar. Maka akan lahirlah orang yang pandai tetapi jahat, orang bodoh yang jahat, pemimpin yang jahat dan pendidik yang jahat. Banyak kan contohnya? Nggak perlu disebutin siapa kali yah hehehe. Maka nafsu yang tidak terkendalikan akan menjadi sebab kehancuran suatu bangsa.

Allah Ta'ala berfirman  “Mereka yang berjuang ke jalan Kami, niscaya Kami akan tunjukkan jalan jalan Kami. Sesungguhnya Allah berserta dengan orang-orang yang berbuat baik.” (Surah al- Ankabut ayat 69)

Maka nafsu pun perlu di didik. Nafsu merupakan bagian diri, musuh internal manusia sementara setan musuh eksternal.

Nafsu merupakan musuh utama, kedua setelahnya barulah setan.

Untuk itu shalihah banyak yang bertanya kan?

"Kenapa sih Mbak bulan puasa godaannya banyak? Bukannya setan dipenjara saat ramadhan? Kenapa masih ada godaan yah?"

Nah loh, siapa yang pernah bertanya ngacung! Saya dulu pernah nanya juga sih hehe sama ustadzah dan saya masih ingat betul.

Ternyata memang benar setan dipenjara saat ramadhan tapi nafsu tidak. Nafsu tidak bisa dpenjara saat ramadhan. Nafsu tetap ada pada diri manusia, manusia terlahir dengan nafsunya. Nafsu merupakan ujian yang akan selalu ada pada manusia.

Dalam sirah ketika Rasulullah Salallahu 'alaihi wassalam  dan para sahabat balik dari perang Badar, Rasulullah bersabda :  “Kita kembali dari perang yang kecil menuju perang yang  besar.”

Para Sahabat lantas bertanya : "Apakah perang yang besar itu ya Rasulullah?”
Jawab Rasulullah : “Perang melawan nafsu.” (Hadis Riwayat Baihaqi)

Dear Shalihah
Dalam Al Quran, nafsu manusia  dibagi menjadi tiga jenis  :

1. Nafsu Ammarah Bisu'
Ini adalah nafsu yang paling buruk, akan selalu membawa manusia dengan mudahnya ke arah keburukan, kemaksiatan. Apabila ada pada diri manusia nafsu ini, maka manusia tersebut sangat susah diberi nasehat, sangat susah diketuk hatinya, sangat susah diajak menuju kebaikan.

Nafsu yang paling jahat dan paling zalim. Jika berbuat kejahatan, dia bangga dengan kejahatannya. Jika ada yang melarang dia akan berucap "Siapa yang berani melarangku, dia akan menanggung akibatnya" Serem yah kalau ada penguasa seperti ini, naudzubillahi min dzalik...

Maka mintalah sama Allah dan teruslah beristigfar semoga kita dijauhkan dari nafsu ini.

Next nafsu selanjutnya adalah

2. Nafsu Lawwamah
Ini adalah jenis nafsu yang labil. Kenapa demikan? Nafsu ini sudah paham baik buruk. Sudah paham mana yang Allah larang mana yang Allah perintahkan. Kadang dia berbuat baik, kadang dia jug berbuat buruk.

Setelah melakukan keburukan dia akan bertaubat, lalu melakukan keburukan lagi. Makanya saya sebut nafsu labil.

Contoh nih, seseorang yang baru hijrah masih labil kan? Kadang ada temen yang ngajak, padahal dia berusaha sekali untuk lepas dari dunia malam bersama yang bukan mahrom.

"Yuk nongkrong bareng malam minggu yuk, satnite bareng kiteee"

"Hayuk...."

Setelah itu dia bertaubat

"Astagfirullah, kenapa saya gini lagi yah? Maafkan hambamu yang lalai ya Allah"

Nah ini contohnya antara setan dan nafsu kolaborasi.

Namun, nafsu ini sebenarnya masih bisa dikendalikan dengan perbanyak istigfar dan berkumpul dengan sahabat sahabat shalih. Insyaa Allah sahabat yang baik nggak akan mengajakmu pada keburukan.

Okeeey,next nafsu terakhir, nafsu yang ditunggu tunggu,nafsu yang diimpikan. What? Ada yah nafsu yang diimpikan? Ada donk

3. Nafsu Muthmainnah
Nafsu yang membawa ketaatan kepada Allah, nafsu yang membuat tenang, nafsu yang ingin selalu dekat dengan Allah. Nafsu yang diimpikan semua manusia,karena nafsu ini membawa ridha Allah dunnya wal akhirah.

Orang yang memiliki nafsu mutmainnah dapat mengawal nafsu syahwat dengan baik dan sentiasa cenderung melakukan kebaikan. Mereka mudah bersyukur dan qanaah  segala kesenangan dunia tidak akan membuat lupa diri, menerima qada dan qadar dengan ketenangan tanpa kegelisahan sebab hatinya begitu dekat dengan Allah.

Imam Al-Ghazali meletakkan nafsu ini di tahap yang tertinggi dalam kehidupan manusia. Semoga Allah Ta'ala golongkan kita dalam nafsu yang hebat ini.

Lantas nafsu pula lah yang akan membawa kita pada kesuksesan. Oh bukan dia yang berhasil raih gelar doktor, bukan dia yang jadi pengusaha sukses, bukan dia yang mampu sekolah di kampus mentereng, bukan dia yang jadi penguasa, bukan dia yang punya duit segunung. BUKAN.

Orang sukses adalah orang yang melawan nafsu buruknya, menuju nafsu muthmainnah. Orang yang ridha atas ketapan yang Allah berikan. Sukses di Jannah! Ini baru sukses.

Nah bagaimana? Sudah tahu yah sekarang jenis jenis nafsu manusia. Jadi, berusahalah untuk menetapkan nafsu mutmainnah menjadi soulmate kita. Semoga kita masuk dalam golongan manusia dengan nafsu muthmainnah.

Kajian Pekanan Muslimah
Senin, 7 Maret 2016
Masjid Ibadullah Pabelan, Kartasura
IG: @oescollection

Senin, 07 Maret 2016

Wa laa taqrabu zina

“Wa laa taqrabu zinaa …”

“Jangan dekati zina …” (QS Al Isra: 32)

Dear shalihah,
Pernah dengar ayat di atas?
Harusnya sih pernah yah, atau kamu malah anti dengan ayat tersebut?

Lumrah ketika kita mencintai seseorang, sangat lumrah karena Allah yang memberi rasa itu. Apakah cinta itu bisa hadir ke aktivis dakwah? Oh sangat bisa, sangat bisa sekali.

Ketika makan ada dia, ketika mau tidur ada dia, BAHKAN Ketika tilawah lembar demi lembar dibuka selalu ada dia.

Ini cinta, bahkan saat berdoa pun dengan sadar kita mendoakannya.

Sangat lumrah seperti itu, apakah tidak boleh? Apakah salah? Boleh dan tidak salah wallahu a'lam yang salah dan yang tidak boleh ketika rasa itu berlarut larut, membuat kita malas beribadah, membuat kita jatuh ke lubang maksiat.

Begini, Allah bukan melarang kita berzina, tidak ada ayat yang menjelaskan hal tersebut. Namun Allah melarang kita mendekat zina. Jangankan berbuat zina, MENDEKATI saja Allah sudah larang. Tandanya apa? Allah Maha Pecemburu. Ketika ada makhluknya lebih memilih dunia daripada akhirat, ketika lebih menjauh dari Allah saat mendapat kekayaan, ketika cinta kita lebih besar terhadap makhlukNya daripada kepada Allah, dan ketika kita mendekati zina dengan dia atau mereka yang bukan mahrom kita.

Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR Muslim)

Bagaimana dengan pemuda sekarang? Pacaran dengan bukan suaminya menjadi hal lumrah. Atau ada sekarang yah pacaran syariah. Biasanya terjadi dikalangan aktivis dakwah nih. Setan bukan lagi mengejar perihal aqidah, perihal tauhid BUKAN, setan mengincar akhlaq.

"Saya nggak pegangan tangan kok Mbak"

"Saya kan hanya sms jangan lupa sholat yaa akhi"

"Saya kan hanya di ajak ke kajian bareng Mbak"

"Kami hanya saling mengingatkan sholat kok Mbak"

Wahai shalihah, sekali lagi Allah melarang kita mendekati zina!

Nanti lama lama

"Ana uhibukifillah yaa ukhti/akhi"

Modus wahai muslimah!

Apa lantas kita pikir setan tidak cerdik? Setan itu pintar, dia mengusik melalui aliran darah kita. Untuk itu kenapa kita diperintahkan untuk berpuasa, karena ketika berpuasa aliran darah kita menyempit. Nafsu bisa teralihkan.

Laki laki yang baik tak akan mungkin mendekatimu sebelum mendekati orangtuamu. Laki laki yang baik bukan mencari perhatianmu, namun mencari perhatian bapakmu. Laki laki yang baik tidak berpacaran denganmu tapi berpacaran dengan orang tuamu. Laki laki yang baik datang ke rumahmu bukan mengajak untuk berpacaran, namun mengajakmu untuk menikah melalui bapakmu.

Bagaimana? Siapa menjaga hati hanya untuk dia suamimu? Good Luck shalihah!

Wallahu a'lam
IG @oescollection
WA +6285729530070 (fast)
Menyediakan pakaian syar'i casual, wisuda dan walimah :)

Rabu, 02 September 2015

Kita Menyebutnya Wanita Kuno



Jika wanita kuno disematkan pada seorang ibu yang hanya di rumah, mengurus keluarga, mengurus anak, mengurus usahanya saja di rumah. Mereka memang kuno

Jika wanita kuno adalah ibu ibu kita dulu, yang rela lepasin gelar sarjana, nurut suami. Mereka memang kuno

Jika wanita kuno adalah ibu yang lebih dahulu bangun sebelum orang lain terbangun, akan tidur ketika semua orang sudah tertidur. Mereka memang kuno

Jika wanita kuno adalah ibu ibu yang selalu bersyukur, atas apapun pemberian suaminya. Mereka memang kuno
Jika wanita kuno adalah ibu yang menghasilkan seorang anak ditahun tahun 2000 kebelakang dan sekarang si anak menjadi seorang presiden, guru besar, penemu, pencentus, milyarder, pengusaha besar, dan tokoh tokoh ulama yang namanya harum. Maka wanita itu memang kuno

Wanita itu memang kuno, tidak mementingkan karirnya, tidak mementingkan egonya, tidak mementingkan gengsinya, fokus utama adalah keluarga

Bagaimana dengan para ibu di zaman milenium?

Wanita modern dengan gelar sederet, menitipkan anak anaknya di tempat penitipan anak saat kerja, meninggalkan anaknya bersama sang nenek demi mengejar gelarnya, melepaskan perkembangan anaknya pada orang lain, dan sifat 'meninggalkan' lainnya. Oh ibu, sungguh hebat. Modern

Apakah akan ada penemu lagi ditangan seorang ibu yang mementingkan egonya?

Apakah akan ada lagi ilmuwan ternnama ditangan seorang ibu, yang tega meninggalkan buah hatinya ditangan orang lain?

Akan jadi apa anak kita nanti? Akan jadi apa masa depannya?

Ingin lihat masa depan anak kita seperti apa? Bisa, lihatlah pola asuh yang kita berikan selama ini

Wanita kuno jauh lebih berharga, dari pada wanita modern dengan gengsi di hatinya.

Rabu, 22 April 2015

Emansipasi Itu...

Bismillah...

Saudariku tahu nggak sih, kalau Kartini itu istri ke 4 dan merasakan hidup bahagia hingga akhir hayatnya, karena suaminya begitu menghargainya dalam  poligami yang kebanyakan  wanita menolaknya.

Tahu nggak sih ketika Kartini menyelesaikan pendidikan di sekolah milik Belanda, dan setelah menikah pemikiran liberal mengenai feminisme itu berubah? Sehingga teman-teman Belanda nya tidak berhasil mempengaruhi pikiran Kartini selamanya.

Dan Kartini bahagia menjadi istri ke 4 Bupati Rembang

Emansipasi yang dimaksud itu BUKAN dengan menghalalkan untuk tidak menikah karena wanita bisa mencari nafkah untuk kehidupannya sendiri, atau ia bisa dengan mudah megembar gembor kan bahwa tak butuh lelaki. Emansipasi itu, itu loh wanita bisa berpendidikan tinggi dan dengan ilmunya mampu mendidik anak-anaknya esok sebagai penerus baik terhadap agama maupun negaranya.

BUKAN bangga menjadi wanita karir lalu lupa mengenai pendidikan anak-anaknya ada ditangannya, seakan berkata "Pokoknya besok setelah nikah saya harus kerja, sayang donk ilmu tinggi-tinggi nggak dipake kerja". Justru pemikiran seperti ini lebih kuno. Bahkan hingga melupakan hak hak anaknya. Wanita boleh saja bekerja, tapi tetap pada koridor-koridor yang tidak melupakan peran pentingnya dalam keluarga dan dirinya sebagai perempuan.

Ingat, sekolah pertama anak-anak itu ada pada Ibu. Bukan pada jasa pengurus bayi yang kita bayar mahal, justru anak kita itu begitu berharga saking berharganya tak sembarang orang boleh mengasuhnya. Benar kan? Untuk itu lah kenapa seorang ibu harus berpendidikan. Hak pertama seorang anak adalah ibunya yang cerdas.

Itu loh yang dimaksud...

Jadi benar saja, kalau mau nyari panutan baca Shahabiyah Nabi Salallahu 'alaihi wassalam. Wes lengkap, sebelum Kartini gerak sudah ada yang mendahuluinya. Siapa mereka? Ummahatul Mukminin. 

Wallahu a'lam

By: Ocnatias Eka Saputri

Selasa, 11 November 2014

Poligami; Bahagia atau Nelangsa ?

"Jadi, kamu (tias) mau donk besok kalo di poligami, tenan (bener) nggak takut ?" 

Ok, itu tadi pertanyaan dari salah seorang teman saya di kampus, tahun lalu ketika mereka juga terkejut dengan "perubahanku" (power rangers kali ah). Lalu bagaiman denga jawaban saya? Kemarin saya menjawab masih kurang deh, cuman jawab "Mau, kenapa tidak." Maklum saja, tahun kemarin di awal hijrah ilmu saya masih di "bawah tanngga". Kalau sekarang? Masih juga di "bawah tangga" hehe. Tapi, dengan postingan saya kali inii semoga menguatkan jawaban saya, dan merubah persepsi terhadap sunnah Rasulullah.

Bismillah......................

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS. An-Nisaa: 3)"

Apa yang ada dalam benak wanita ketika mendengar poligami atau ta'adud? Kurang lebih, sedih, kecewa, merasa di duakan, dibohongi dan sifat sifat prasangka setan lainnya, yang berusaha menggulingkan pemahaman kita akan sunnah yang di bawa Rasulullah.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al-Ahzab: 21)"

Pertama yang perlu pembaca tulisan ini pahami, bahwa saya sendiri belum menikah dan tentu masih belum mempunyai pengalaman apapun mengenai pernikahan dan rumah tangga, namun saya mencoba belajar dari suri teladan kita Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam. Mungkin, ada pula yang akan mencibir, tidak setuju atau apapun, sebelumnya mohon maaf. Justru karena saya sendiri belum mempunyai pengalaman berumah tangga, ini penting untuk dipelajari bukan hanya proses seperti ta'aruf, nadzhor, khitbah hingga walimahan saja, yang di ajarkan di kuliah pra nikah seorang muslim dan muslimah, namun juga mengenai poligami atau ta'adud.

Kedua perlu diketahui bahwa poligami merupakan salah satu sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah, yang dapat diikuti oleh ummatnya, sunnah dengan syarat syarat yang harus dipenuhi oleh seorang suami yang ingin berta'adud. Bukan sekedar menikah menambah madu, tapi agama dan lain lainnya masih jauh dari kurang, sehingga tak ada keberkahan yang terjadi dalam rumah tangga yang akan dinaungi.

Poligami dalam masyarakat Indonesia merupakan suatu yang "hina", kenapa ini bisa terjadi? Para pelakunya yang tidak bisa bertanggung jawab dan bersikap "adil", sehingga masyarakat awam (belum paham agama) menjudge poligami adalah suatu tindakan yang "hina" atau menghinakan seorang perempuan. Contoh: Tidak berlaku bertanggung jawab dan adilnya para pelaku ta'adud yang disiarkan di media media sekuler, maraknya sinetron sinetron poligami yang memberikan contoh buruk poligami, birokrasi pemerintahan yang mempersulit pengurusan administrasi, menyamakan diri sebagai Nabi ingin menikahi gadis seusia Ummul Mukminin Aisyah yang berusia 9 tahun saat dinikahi, dan yang paling gempar adalah masyarakat yang sudah "ngaji" khususnya kaum perempuan masih juga melihat poligami dari sudut pandang duniawi semata, sehingga dengan terang terangan meremehkan sunnah Rasulullah. Naudzubillah....

Bagaimana dengan pendapat perempuan bila ditanya seputar poligami?, "Sesungguhnya, aku berharap semoga suamiku meninggal dunia, sebelum ia berusaha menikahi perempuan lainnya." Sikap seperti ini bukan hanya sekali atau dua kali, tapi sering terjadi. Bahka sikap seperti ini kerap ditunjukkan oleh banyak keluarga di masyarakat kita, sehingga banyak dari mereka yang menolak pemuda yang melamar anak perempuan mereka, ketika mereka tahu bahwa pemuda tersebut sudah menikah. 

Pikiran mulai kemana-mana, "Bagaimana bila besok kamu dibiarkan terlantar?", "Bagaimana bila besok, suamimu lebih memilih istri yang lebih muda/tua dibanding kamu?", "Banyak memang yang tidak pernah ngaku kalau sedang mengeluh, tapi hatinya pasti sakit". Begitulah kira-kira, pendapat pendapat yang menjatuhkan, padahal yang memberi pendapat bukanlah Allah yang mengetahui hati dan masa depan. Sehingga muncul lah, bagaimana bila, bagaimana bila, bagaimana bila. Terus berprasangka yang kita sendiri belum tahu apa-apa. 

Kemudian, muncul pula Syubhat-syubhat yang ditebarkan orang orang yang membenci sunnah poligami. Apa saja?

1. An-Nisaa ayat 4 (mohon dibuka lagi Qur'an terjemahannya). Mereka berkata," Ayat ini menetapkan bahwa seorang lelaki tidak dapat berlaku adil di antara isteri-isterinya. Sebenarnya ayat ini menafikan bolehnya berpoligami. Kenapa demikian, dalam syubhat ini khawatir terhadap condongnya suami terhadap salah seorang isterinya, condong dalam hal ini adalah cinta, perasaan, dan syahwat. Dalam Islam, wajib seorang suami berlaku adil atas segalanya termasuk dalam bermalam. Suami harus adil dalam bermalam di kamar kamar istrinya, kecuali tentang persetubuhan karena dorongan syahwat dan rasa cinta. Namun, hal yang perlu diingat adalah tidak boleh adanya kecondongan yang berlebihan terhadap satu istri yang melampaui batas.

2. Banyak dari mereka berhujjah dengan kisahnya Ali bin Abi Thalib r.a ketika hendak meminang putri Abu Jahal semasa Fathimah masih hidup. Mereka menggunakan hadits, saat Rasulullah bersabda: "Tidak aku izinkan, tidak aku izinkan, tidak aku izinkan. Kecuali, jika putera Abu Thalib (Ali) mau untuk menceraikan putriku dan menikahi putri mereka. Sebab, sesungguhnya putriku adalah darah dagingku. Apa yang membuatnya menderita akan menjadikanku juga menderita dan apa yang membuatnya tersakiti akan menjadikanku juga tersakiti." (HR. Muslim). Yang menyebutkan ini terhenti pada potongannya yang mengisahkan hal ini saja, dan ya bisa diebak mereka menggunakan ini untuk  mengharamkan poligami. Maka, saya coba lanjutkan pontongan dari hadits ini, bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya aku tidaklah mengharamkan sesuatu yang halal dan tidak pula menghalalkan sesuatu yang haram. Namun demi Allah, tidak akan pernah berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah pada satu tempat untuk selamanya."

3. Pernikahan yang seperti ini akan memunculkan permusuhan di antara para istri; seorang calon istri yang akan diniatkan untuk menjadi madu haruslah penuh dengan ketaatan, dana yakin bahwa Allah-lah yang akan menjaganya dengan kewara'an (taqwa). Bila muncul perselisihan bagaimana? Maka penengahnya adalah kebijakan dan keteguhan hati sang suami yang merupakan pemimpin. Ini pun berlaku pada yang tidak berpoligami. 

Sebenarnya, masih banyak syubhat syubhat lainnya, seperti akan menjadi miskin karen keturunan yang banyak, terjadi kecemburuan, dan lainnya. Takut kalau pembaca bosen hehe. Lalu, kenapa di perbolehkan berpoligami dalam Islam ? Emang ada keutamaannya yah? Thayyib, saya juga coba mencarinya, apa saja yang membuatkan menarik ? 
  • Merupakan sunnah
  • Menjaga kehormatan wanita
  • Memuliakan wanita (janda)
  • Menjauhkan dari zina
  • Memperbanyak keturunan kaum muslimin
  • Kemudahan menuju surga bagi lelaki maupun istri pertama
  • dst
Rasulullah tidak pernah meremehkan ummatnya, bahkan ketika sedang sakaratul maut. Lalu sekarang kita berani meremehkan sunnahnya. Naudzubillah, istigfar kawan.

Banyak kisah nyata dari para pelaku poligami yang kisahnya bahagia, hidup penuh berkah, di karuniai anak yang sholeh dan sholehah, rukun sesama istri, perselisihan diselesaikan dengan bijak dan hati yang tenang, hanya jarang di ekspose. Masyarakat kita jadi termakan omongan omongan para kaum yang menolak poligami sehingga menampilkan sisi buruk dari poligami dengan pelaku yang sebenarnya belum pantas berpoligami.

Alhamdulillah, itu dulu saja mengenai poligami. Karena sebenarnya, maksud saya memposting bukan untuk menggembar gemborkan perkara poligami agar para suami berburu madu, tentu tidak. Namun semata saya hanya ingin meluruskan mengenai perkara sunnah yang di "hina" kan baik dari orang orang kafir, awam (tidak paham agama), bahkan yang sudah "ngaji", karena kebanyakan dari kita menjudge tanpa mencari tahu kebenarannya, setidaknya mencari atau membaca buku itu perlu. Lalu di ingat, sunnah ini dilakukan dengan syarat. Jika di syi'ah ada nikah mut'ah yang menghina wanita, maka di Islam ada poligami yang memuliakan wanita. 

Wallahu a'alam 

Selasa, 04 November 2014

Wanita Dan Orang Tua


Bismillah
Salah satu tujuan orangtua dilibatkan dalam proses menuju pernikahan bagi wanita (khususnya) adalah agar wanita tidak teraniaya dan gamang sendiri. Wanita akan terjaga kehormatan dan kemuliaannya.

Apa sebab? Wanita itu fitrahnya adalah mengedepankan perasaan ketimbang akal, ia fokus pada solusi thd suatu problem tanpa mikir solusi itu apa dampaknya terhadap hal jauh di depan.
Itulah sebabnya di buku2 panduan memilih calon itu disebutkan saran agar musyawarah. Ya dengan ortu atau boleh DITAMBAH musyawarah dengan orang berilmu lagi amanah.

Sehingga tak jarang ketika seorang wanita memutuskan sendiri tanpa melibatkan orangtua atau orang yang berilmu dan amanah, ia akan menanggung resiko sendiri atau bahkan dizhalimi oleh lelaki.
Susahnya lagi bila rasa sudah mulai tumbuh, maka ini akan berdampak keputusan yang dipilih tidak lagi normal dan ideal.

Maka libatkanlah orangtua, dengan begitu kita telah menempatkan orangtua dan membuka celah orangtua utk menjalankan kewajibannya, menjalani sebab jalan menikahkan putrinya dengan lelaki shalih.

Dan bagimu wahai lelaki, jangan kalian tumpukan lobby orangtua wanita hanya kpd usaha si wanita dalam melobby saja.

Alangkah anehnya bila lelaki ingin senangnya saja tanpa ikut lobby orangtua. Apakah etis dan sopan secara norma sosial bila melibatkan orangtua pas permintaan perwalian saja?!

Maka, libatkanlah orangtua.
Dengan orangtua dilibatkan itu artinya kalian secara tak langsung telah menghormati orangtua, telah menunjukkan tanggung jawab, telah menujukkan adab, ini jadi gambaran juga bagi orangtua utk menerima anda sbg tumpuan putrinya nanti.

Wanita itu tidak besar sendiri,
Ia dibesarkan,
Dimulai dari dikandung dengan segala kepayahan dan kesakitan,
Kemudian dilahirkan dengan taruhan nyawa,
Dibesarkan dengan segala pengorbanan,

Eh tau2 datang seketika itu saja lelaki mengkhitbah tanpa orangtua tau rekam jejak calon mantunya...

Adalah suatu kewajaran bila ortu wanita menaruh kekhawatiran bahkan protektif thd putrinya...

Karena,

Mereka lebih berduka bila nyatanya putrinya berduka,

Mereka lebih sakit lagi dibanding sakit yang diderita putrinya...

Mereka lebih memikirkan hingga tak jarang mereka jatuh sakit,

Bahkan lebih menyesal dibanding penyesalan yang dialami putrinya

By:NS

Wallahu a'lam 
28 Dzulhijjah 1435, untukmu duhai akhi wa ukhty yang sdg dalam proses ikhtiar

Tumblr:  tiazekaputri

 
Back To Top